Dec 4, 2007
ILUSTRASI MATA KULIAH PSIKOLOGI FAAL UNISMA 2007
Posted by
drbudisetiawan_blog
at
6:21 AM
5
comments
Dec 3, 2007
PENGANTAR SISTEM SARAF
HANTARAAN IMPULS MELALUI SARAF
Mahluk hidup mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan- perubahan di lingkungannya.
Perubahan yang mempengaruhi mahkluk hidup ==> Stimulus (rangsang)
Akibat-akibat yang timbul sebagai jawabannya ==> Respon (reaksi)
Pada hewan satu sel, penerimaan rangsang sampai jawabannya dilakukan à satu massa protoplasma yang tampak tidak mengalami deferensiasi.
Pada hewan sel banyak, tampak ada diferensiasi bentuk maupun fungsi dari sel atau kelompok sel-selnya.
Reseptor (penerima rangsang)
à Suatu struktur khusus yang peka terhadap suatu bentuk energi tertentu dan dapat mengubah bentuk energi menjadi aksi-aksi potensial listrik atau impuls-impuls saraf.
Impuls à reseptor à media khususà jawabannya dilakukan à efektor
Media penghantar diantara reseptor dan efektor à cairan kimia , suatu sel berfungsi khusus yang mempunyai tonjolan tonjolan protoplasma, sel ini à neuron/sel saraf
Media penghantar à konduktor
Media penghantar à konduktor
Konduktor terdiri dari 2 neuron à
Neuron reseptor (neuron sensoris)
Neuron efektor ( neuron motoris)
Reseptor, konduktor (neuron sensoris dan neuron motoris) dan afektor à rantai à Lengkung Reflex (Arcus Reflex)
Reflex
à Suatu reaksi terhadap stimulus yang terjadi di luar kehendak dan merupakan gerakan yang selalu sama.
Pada arkus reflex yang lebih kompleks à neuron penghubung (internuncial neuron) à diantara neuron sensoris dan neuron motoris.
Hubungan di antara neuron neuron tersebut dilakukan à ujung-ujung tonjolan protoplasmanya secara terbuka (tak ada hubungan langsung)
Hubungan semacam ini à Synaps
Sel saraf terdiri dari :
Sel body (badan sel /soma sel)
Dendrit = cabang neuron yang membawa rangsang ke badan sel
Neurit = axon = cabang neuron yang membawa rangsang dari badan sel (menjauhi badan sel)
Nucleus (inti)
Sitoplasma / neuroplasma
Sel-sel saraf mempunyai kemampuan mengelompok à
- Neuron sensoris = neuron aferen = serabut aferen à membawa impuls dari reseptor ke pusat (otak)
- Neuron motoris = neuron afektor = serabut eferen à membawa impuls dari pusat (otak) ke efektor.
Berdasarkan jumlah dendrit, neuron dapat dibedakan à
Neuron monopoler / unipoler
dendrit = 0
axon = 1
Neuron bipoler
dendrit = 1
axon = 1
Neuron multipoler
dendrit > 1
axon = 1
Neurit (axon) dan dendrit yang panjang diselubungi à mielin
Mielin à sebagian dari lemnosit (sel yang membentuk neurilema yang terdapat di sebelah luar mielin)
Nodus dari Ranvier à Tempat-tempat lemnosit yang tidak berderet-deret merapat, sehingga di antara lemnosit yang berurutan tidak ada mielin yang menyelubungi dendrit neurit.
Mielin à isolator dan axon sebagai kawat penghantar listrik
SISTEM SARAF
Terdiri dari à
- Otak (1400 gr)
- Sumsum tulang belakang
(spinal cord)
- Saraf Tepi à Sistem Saraf Tepi (SST)
(PNS = Peripheral Nervous System)
* Saraf-saraf Kranial (Cranial nerves)
* Ganglia tepi
* Saraf-saraf Spinal (Spinal Nerves)
SSP dikelilingi oleh tulang otak/ tengkorak dan Kolumna Vertebralis (Vetebra Column)
OTAK
Terdiri dari neuron-neuron, sel-sel ganglia, sel-sel supportive
Dilindungi oleh tulang tengkorak
Terapung dalam cairan Serebrospinalis (cerebrospinal Fluid)
Menerima suplai darah sebanyak 20% dari aliran darah jantung secara kontinu, melalui dua set pensuplai darah (2 arteri utama) :
Arteri Vertebrata à bagian Caudal (belakang)
Arteri Karotis Interna (Internal Carotid Artery) à bagian Rostral (depan)
Volume darah jantung :
@ à 4 - 4.5 lt
@ à 4,5 – 5 lt
Hambatan suplai darah ke otak selama :
6 detik dapat menyebabkan hilangnya kesadaran (Unconsclousness)
> 1 menit dapat menyebabkan kerusakan sel otak permanen
Otak terdiri dari à
Otak besar/ Serebrum (Cerebrum) à 2 Hemispherium Cerebrum (Cerebral Hemisphere) kiri dan kanan
Otak kecil / Serebellum (Cerebellum)
Kedua Hemispherium Cerebrum (HC) dihubungkan oleh Korpus Kalosum (Corpus Callosum)
Otak terbungkus oleh Kortek Serebrum (Cerebral Cortex) à
@ à tebal --- lebih teliti, jeli
@ à tipis
Pembagian permukaan Hemispherium Cerebrum à
HC à Lobus à Lobulus à Gyrus à Area
Hemispherium Cerebrum dibagi atas 4 lobus à
Lobus Frontalis (dibalik tulang kening) à Pusat kecerdasan, planning, execution, kontrol gerak
Lobus Parietal (di bawah tulang ubun-ubun) à Pusat sensoris dan motorik
Lobus Temporal (di balik tulang pelipis à Pusat pendengaran
Lobus Occipital (di belakang kepala) à Pusat penglihatan / keseimbangan
KIRI ATAS KANAN ATAS
Logika * Holistik
Analitis * Intuitif
Fakta * Terapan
Kuantitatif * Plan
KIRI BAWAH KANAN BAWAH
Organisasi * Interpersonal
Berurutan * Kinestetik
Terancam * Perasaan
* Emosi
MENINGES (MENINX) à
Selaput tipis yang fungsinya melindungi SSP, terdiri dari 3 lapisan à
1 Dura Mater
2 Membran Arachnoidea
3 Pia Mater
Cairan Serebrospinal à Ekstrak darah yang dibentuk di pleksus Koroideus
Bila suplai telah mencukupi akan diserap kembali ke dalam sistem suplai darah.
Adanya sumbatan à kelainan à Hydrocephalus
SSP mulai terbentuk di masa perkembangan embrio berbentuk seperti tabung dengan 3 ruang yang berhubungan
Ketiga ruang tersebut berkembang à Ventrikel dan sel-selnyaà sel otak
BAGIAN UTAMA OTAK
OTAK DEPAN (Fore Brain)
OTAK TENGAH (Mid – Brain)
OTAK BELAKANG (Hind – Brain)
BAGIAN UTAMA OTAK
OTAK DEPAN (Fore Brain)
TELENCEPHALON
* Kortek
*Serebri (pusat resional)
* Ganglia
DIENCEPHALON
*Talamus
* Hipotalamus
OTAK TENGAH ( Mid – Brain )
MESENCEPHALON
* Tektum
* Tegmentum
OTAK BELAKANG (Hind – Brain )
*METENCHEPHALON
*Serebellum (Keseimbangan)
* Pons /Batang Otak
* MYELENCEPHALO
*Medulla Oblongata
FOREBRAIN (Otak Depan)
A.TELENCHEPHALON
1.Korteks Serebri
Bagian terluar/kulit dari Hemispherium Serebri
Terdiri atas 3 bagian :
-Sulcus à lekukan yang kecil
-Fissura à lekukan yang besar
-Gyrus à tonjolan-tonjolan antara sulci-sulci atau fissuraes-fissuraes yang berbatasan
Volume area permukaan 2360 cm dengan ketebalan 3 mm
Sebagian besar dari Korteks Serebri terdiri atas sel-sel glia, dendrit dan axon-axon penghubung neuron
Di bawah Korteks Serebri terdapat jutaan axon yang menghubungkan neuron-neuron Korteks Serebri dengan bagian lain dari otak
Bagian yang berwarna coklat keabu-abuan disebabkan oleh dominasi sel-sel à grey matter
Bagian yang berwarna putih (opaque white) disebabkan konsentrasi myelin yang besar à white matter
2. Ganglia Basalis
Komponen penting dari sistem motorik
Kerusakan menyebabkan defisit motorik berat
Inti motoriknya à
* Nukleus Kaudatus
* Putamen
* Globus Pallidus
Menerima input dari Neokortek dan Serebellum
Mempunyai hubungan denganà
* Bagian tertentu dari Talamus dan sub-Talamus
* Batang otak
* Subtansia Nigra, inti-inti lain
Kerusakan menyebabkan à
1. Penyakit Parkinson
* Perlambatan gerakan
* Kesulitan untuk memulai atau menghentikan gerakan satu tulang
* Degenerasi (matinya sel-sel) sel saraf dopaminergik di otak tengah yang mengirimkan akson-akson ke bagian dari Ganglia Basalis
2. Penyakit Huntington’s Chorea
* Degenerasi nukleus kaudatus dan putamen
* Tidak dapat mengkontrol gerakan tubuh
3. Sistem limbik (Pepez System)
Fungsi utama : motivasi dan emosi
Selain korteks limbik, bagian-bagian terpenting dari sistem limbik à hippocampus (memori) dan amygdala
Unsur lainnya à sebagian talamus dan hipotalamus, ganglia basis, forniks dan massa intermedia
B. DIENCEPHALON
Terletak antara Telencephalon dan Mesencephalon
Terdiri dari Talamus dan Hipotalamus
1. Talamus
Terdiri dari dua lobus yang dihubungkan oleh massa intermedia
Memiliki sejumlah inti yang fungsinya menerima rangsang dari sistem sensori tubuh dan meneruskan rangsangan tersebut ke Korteks Serebri
* Inti Genikulatum Lateral à menerima rangsang dari mata
* Inti Genikulatum Medial à menerima rangsang dari telinga tengah
* Inti Ventrolateral à menerima rangsang dari Serebellum
2.Hipotalamus
Terletak di dasar otak, di bagian bawah Talamus
Fungsi HIPOTALAMUS à
a. Mengontrol Sistem Saraf Otonom dan Sistem endokrin serta mengatur perilaku yang berhubungan dengan fungsi-fungsi vegetatif untuk kehidupan (fighting, feeding,fleeing, matting) melalui Formatio Retikularis à
- Peningkatan / penurunan denyut jantung dan tekanan darah
- Pengaturan suhu tubuh
- Lapar dan haus
- Sekresi air lewat ginjal (pengeluaran ADH)
- Pengaturan kontraksi rahim dan pengeluaran ASI (pengeluaran Hormon oksitosin)
b. Fungsi afektif sensoris
- Pusat-pusat ganjaran / menyenangkan à Motivasi
- Pusat-pusat hukuman / menyakitkan (takut, marah, termasuk nyeri dan dorongan melarikan diri)
- Dorongan berkembang biak (kopulasi)
c. Pengaturan tidur dan jaga
- Hipotalamus dorsal berhubungan dengan Sistem Aktivasi Retikularis (SAR) ( waspada dan jaga (emosi tinggi sulit tidur; senang / emosional (sulit tidur; karena sistem imbiknya terangsang)
- Hipotalamus lateral + anterior menghambat SAR (Somnolen dan tidur; sadar tetapi kalau dirangsang tidak bereaksi cepat
d. Mengontrol sistem endokrin melalui hormon yang dihasilkan oleh sel-sel di Hipotalamus dan melalui pembuluh darah dihubungkan ke kelenjar hipofise anterior
2. MIDBRAIN (otak tengah)
1. Tectum
Strukturnya terdiri atas à
- Superior Colliculi à bagian dari sistemsaraf penglihatan
- Inferior Colliculi à bagian dari sistem saraf pendengaran
Tampak dalam bentuk 4 buah tonjolan pada permukaan batang otak
2. Tegmentum
Terletak dibawah Tectum dan terdiri atas
- Bagian rostal ujung dari Formatio Retikularis
- Beberapa nuclei yang mengontrol gerakan mata
- Periaqueductal gray matter
- Red nucleus
- Substantia Nigra
- Area Tegmentum Ventral
3. HINDBRAIN( otak belakang )
A. METENCEPHALON
1. Serebellum (otak kecil)
- Kerusakannya menyebabkan gangguan gerakan berdiri, berjalan dan gerakan-gerakan terkoordinasi
- Menerima info dari visual, auditory, vestibular dan somatosensoris
2. Pons
- Merupakan tonjolan besar pada batang otak antara Mesencephaion dan Medulla Oblongata
- Didalamnya terkandung bagian dari Formatio Retikularis dan beberapa inti yang penting dalam mengatur tidur dan jaga (arousal)
B. MYELENCEPHALON
Medulla Oblongata
- Bagian ter-caudal dari batang otak
- Mengandung bagian dari Formatio Retikularis dan inti yang mengatur fungsi vital seperti sistem kardiovaskular, pernafasan dan tonus otot rangka
Posted by
drbudisetiawan_blog
at
9:50 PM
0
comments
SILABUS MATA KULIAH PSIKOLOGI FAAL UNISMA
BUKU PEDOMAN KERJA MAHASISWA
Mata Kuliah : Psikologi Faal
Program Studi : Psikologi
Oleh
dr Budisetiawan
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS ISLAM "45" BEKASI
2007
INFORMASI UMUM
· Nama mata kuliah : Psikologi Faal
· Kode, KMK : 28, SPI 113
· Diberikan pada semeter : 1 (satu)
· Jumlah SKS : 3 (tiga)
· Dosen pengajar : dr Budisetiawan
· Email : budisetiawan97@gmail.com
SILABUS MATA KULIAH
PSIKOLOGI FAAL
Semester : I (satu) Dosen : Dr. Budisetiawan
Bobot : 3 (tiga) SKS Program Studi : Psikologi
TUJUAN
Agar mahasiswa mampu menguraikan struktur, fungsi dan proses pengendalian, serta korrdinasi sistem saraf; mampu menguraikan struktur dan fungsi sistem saraf otonom dalam integrasi otonomik, serta mampu menjelaskan seluruh sistem saraf dan hubungannya dengan perilaku.
No
Pokok Bahasan
Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar
1
Pengertian Psikologi Faal
(1,2,3) *
A. Pengantar
: Mampu memahami dan menjelaskan tentang
1. Sejarah Psikologi Faal
2. Pengertian Umum Psikologi Faal
3. Pengertian Khusus Psikologi Faal
B. Pendekatan Biopsikologi
: Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang pendekatan biologi dalam memahami psikologi yang meliputi
1. Perilaku Biologis
2. Perkembangan Perilaku (Interaksi Antara Faktor Genetik dan Pengalaman)
2
Pengantar Sistim Saraf
(1,2,3) *
A. Pengertian Sistim Saraf
: Memahami dan menjelaskan sistim saraf secara umum
B. Struktur Sel
: Memahami dan menjelaskan struktur sel saraf yang meliputi
1. Neuron
2. Sel-sel Pendukung sistim saraf pusat
3. Sel glia dan Sel satelit
4. Blood Brain Barrier
C. Istilah-istilah yang umum digunakan dalam menyebut arah anatomi dan landasan (planes) dari Sistem Saraf Pusat
: Memahami dan menjelaskan istilah umum yang digunakan dalam menyebut arah anatomi saraf seperti anterior, posterior, dan sebagainya
3
Anatomi Sistim Saraf Pusat
(1,2,3) *
A. Jaringan Pelindung
: memahami dan menjelaskan anatomi dan fungsi jaringan pelindung dalam sistem saraf pusat
B. Perkembangan Sistem Saraf
: memahami dan menjelaskan perkembangan sistem saraf pusat sejak masa embrio sampai proses myelinasi.
C. Struktur Utama Otak (Forebrain)
: memahami dan menjelaskan anatomi forebrain dan mengintegrasikan fungsi forebrain dalam perilaku yang meliputi
1. Telencephalon
2. Diencephalon
D. Struktur Utama Otak (Midbrain)
: memahami dan menjelaskan anatomi midbrain dan mengintegrasikan fungsi midbrain dalam perilaku yang meliputi
1. Tectum
2. Tegmentum
E. Struktur Utama Otak (Hindbrain)
: memahami dan menjelaskan anatomi hindbrain dan mengintegrasikan fungsi hindbrain dalam perilaku yang meliputi
1. Metencephalon
2. Myelencephalon
F. Sumsum Tulang Belakang (Spinal Cord)
: memahami dan menjelaskan anatomi spinal cord dan mengintegrasikan fungsi spinal cord dalam perilaku
4
Anatomi Sistim Saraf Perifer
(1,2,3) *
A. Anatomi dan Fungsi Saraf Perifer
: Memahami dan menjelaskan anatomi sistim saraf perifer
dan fungsi sistim saraf perife
B. Proses perilaku dan Sistem Saraf Perifer
: Memahami dan menjelaskan proses perilaku yang disebabkan oleh kegiatan sistim saraf perifer
5. Konduksi Neural dan Transmisi Sinapsis
(1,2,3) *
A. Potensial Membran Neuron
: memahami dan menjelaskan pengertian dan fungsi potensial membran neuron dalam komunikasi sel saraf
B. Potensial Generator Neuron
: memahami dan menjelaskan pengertian dan fungsi potensial generator neuron dalam komunikasi sel saraf
C. Transmisi Sinapsis
: memahami dan menjelaskan transmisi sinapsis sebagai transmisi kimia berdasarkan sinyal-sinyal dari neuron yang satu ke neuron yang lain. Konsep tersebut meliputi
1. Struktur Sinapsis
2. Mekanisme Transmisi Sinapsis
3. Small-mollecule neurotransmitter
4. Large-mollecule neurotransmitter
D. Neurotransmitter
: memahami dan menjelaskan pengertian dan fungsi nuerotransmitter dalam komunikasi sel saraf
E. Pengaruh Obat-obatan terhadap Transmisi Sinapsis
: memahami dan menjelaskan mekanisme efek obat-obatan terhadap transmisi sinapsis yang meliputi
1. Efek obat-obatan agonistik
2. Efek obat-obatan antagonistik
F. Perbedaan Konduksi Neural dan Transmisi Sinapsis
: memahami dan menjelaskan konsep Perbedaan Konduksi Neural dan Transmisi Sinapsis
( * ) Keterangan Kegiatan Pengajaran:
1. Kuliah Interaktif
2. Diskusi
3. Presentasi
Daftar Referensi
1. Carlson, N.R. (1991), Phisiology of Behavior. 4th ed. Boston & Massachusetts : Allyn and Bacon.
2. Carlson, N.R. (1992), Foundations of Physiological Psychology. 2nd ed. Massachusetts : Allyn and Bacon.
3. Noback, C.R. Demarest, R.J. (1978), The Human Nervous System (Basic Principles of Neurobiology). 2nd ed. New Jersey : McGraw Hill Publication.
4. Pinel, J.P.J. (1993), Biopsychology. 2nd ed. Massachusetts : Allyn and Bacon
5. Carter R, (1999), Mapping The Mind : The Orion Publishing
Tambahan buku bacaan yang ada di perpustakaan fak Psi UI yaitu
· An Introduction To Physiological Psychology By Allen M. Schneider, Barry Tarshis
· Physiological Psychology By Morgan & Stellar
· Physiological Psychology By Clifford T. Morgan
· Introduction To Physiological Psychology 3rd By Charles Levinthal
· Foundation Of Physiological Psychology 2nd By Neil R. Carlson
· Introduction To Physiological Psychology 2nd By Francis Leukel
EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN
· Ujian dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam satu semester.
· Jenis instrumen : Soal essay (aktif)
· Bentuk : - Tugas kelompok
- Ujian tulis
Posted by
drbudisetiawan_blog
at
3:55 PM
0
comments
PSIKOLOGI FAAL - PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
PHYSIOLOGICAL PSYCHOLOGY
- IS A BEHAVIORAL SCIENCE
- IMPORTANT BECAUSE IT SERVES TO DIFFERENTIATE THE PHYSIOLOGICAL PSYCHOLOGIST FROM SCIENTISTS
- PHYSIOLOGICAL PSYCHOLOGIST ARE INTERESTED IN THE VITAL PROCESSES OF LIVING ORGANISMS
PSIKOLOGI (Psychology)
Ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia.
FAAL /FISIOLOGI (Physiology)
Ilmu pengetahuan yang mempelajari fungsi dan kerja alat-alat tubuh manusia dalam keadaan normal
PSIKOLOGI FAAL
Ilmu yang mempelajari bagaimana alat-alat tubuh bekerja pada waktu fungsi jiwa/fungsi psikis dalam keadaan aktif.
Contoh : Bagaimana otot-otot bekerja pada saat seseorang sedang marah.
INTENSIONALITAN (Proses Kehidupan Psikis)
Terdapat 3 aspek
- Kognitif (cognition)
- Emosionil (emotional)
- Konatif (conation)
Cipta / pengenalan / berpikir
Misal : Saya melihat ular ==> proses berlangsung jelas dan nyata.
Saya membayangkan bentuk hantu à pengenalan berlangsung samar-samar dan ‘jauh’ dari realita.
Emosionil (emotional)
Afektif / perasaan
Pengenalan selalu disertai perasaan. Oleh karena itu pengenalan selalu disertai emosi-emosi tertentu.
Misal : Pada waktu melihat kecelakaan ==> timbul rasa ngeri.
Ketika mengenang pengalaman mendaki gunung ==> Ingat akan kebesaran Tuhan.
Konatif (conation)
Karsa / kehendak / kemauan / nafsu- nafsu manusia.
Pada aspek ini kita dapatkan nafsu, hasrat, cinta, gairah, karsa, dambaan, idaman, usaha, tuntutan dan ‘menuju pada’. Semuanya itu mengarahkan diri kita pada ‘suatu’ dan memberikan motivasi.
Motivasi ==> alasan yang menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu.
Pada orang sehat
Fungsi pikiran, perasaan, kehendak ==> berlangsung lancar dan harmonis.
Jika terdapat keadaan tak harmonis di antara ketiga fungsi tersebut maka ==> konflik
Contoh :
Ketidak cocokan antara pikiran dan perasaanSeorang janda baru saja kematian suami yang sangat dicintainya, dia menjadi riang gembira dan suka tertawa.
Ketidak cocokan antara pikiran dan kemauan seorang pecandu morfin yang mengetahui bahaya morfin, namun tetap menyuntikkan bahan tersebut ke tubuhnya.
Keadaan yang kurang imbang/ tidak cocok antara pikiran, perasaan dan kemauan ==> mengganggu integrasi dan regulasinya.
Penyakit jasmaniah (soma) ==> mengganggu proses dan regulasi kehidupan jiwa (psikis)
Fisiologi : mempelajari fungsi atau kerja tubuh manusia dalam keadaan normal
Ilmu Fisiologi ==> berkaitan erat dengan Anatomi
Anatomi : Ilmu urai mempelajari susunan tubuh dan hubungan bagian-bagiannya satu dengan yang lain.
Ana : memisah-misah
Analisa ==> tomos ==> memotong-motong.
Untuk mempelajari fisiologi ==> mengenal anatominya.
Alat-alat tubuh dibagi 4 kelompok
Menurut fungsinya :
- Alat untuk pertukaran zat
- Alat reproduksi
- Alat gerak
- Alat koordinasi (alat-alat indera, susunan saraf pusat, susunan saraf tepi dan alat-alat endokrin)
Alat-alat tubuh bekerja pada waktu seseorang melakukan fungsi psikis.
Misal :
- Wajah menjadi merah karena malu
- Tangan menjadi dingin karena takut
Mempelajari anatomi ==> sebuah sumber pengetahuan yang langsung dapat digunakan ==> diri sendiri
Posisi anatomi ==> berdiri tegak dengan kedua lengan di sisi terbuka dan telapak tangan menghadap ke depan, kepala tegak dan mata tertuju lurus ke depan.
ISTILAH-ISTILAH ANATOMI
Cranial (cranium = tengkorak) ==> ke arah kepala
Caudal (cauda = ekor) ==> ke arah ujung bawah badan
Ventral (venter = perut) ==> ke arah atau pada pihak perut
Dorsal (dorsum = punggung) ==> ke arah atau pada pihak punggung
Median (medium = tengah) ==> Di tengah-tengahnya
Medial ==> Ke arah tengah atau di sebelah tengahnya
Lateral (latus = samping) ==> di sebelah sampingnya atau ke arah samping
Frontal (frons = kening) ==> ke arah kening
Occipital (occiput = belakang kepala) ==> ke arah belakang kepala
Longitudinal (longitudo = panjangnya) ==> ke arah memanjang
Transversal (transversum = berjalan melintang) ==> ke arah melintang
Anterior ==> dimuka
Posterior ==> di belakang
Superior ==> atas
Inferior ==> bawah
Posted by
drbudisetiawan_blog
at
2:13 PM
2
comments







